SCORE.CO.ID – AC Milan membawa pulang satu poin dari kunjungan ke markas Fiorentina, namun hasil imbang 1-1 di Stadion Artemio Franchi justru memunculkan banyak tanda tanya. Ini menandakan pilar utama AC Milan sudah mulai goyah dan harus segera mencari solusi terbaik jika tidak ingin tertinggal.
Hasil Pertandingan AC Milan vs Fiorentina
Secara angka Rossoneri memang tidak kalah, akan tetapi jika dilihat dari dinamika pertandingan dan situasi tim dalam beberapa pekan terakhir, hasil tersebut terasa jauh dari kata memuaskan.
Pada laga pekan ke-20 Serie A 2025/2026 yang digelar Minggu malam waktu setempat itu, Fiorentina sempat unggul lebih dahulu melalui gol Pietro Comuzzo pada menit ke-66.
AC Milan baru bisa menyelamatkan diri dari kekalahan lewat sepakan Christopher Nkunku di menit-menit akhir pertandingan.
Gol penyeimbang itu memang penting, tetapi tidak cukup untuk menutupi berbagai masalah yang terlihat sepanjang laga.
Pilar Utama AC Milan Mulai Goyah
Selama ini, Milan dikenal sebagai tim dengan dua fondasi utama yang kuat, yaitu semangat kolektif dan organisasi permainan.
Bahkan ketika tampil tidak optimal, mereka biasanya tetap solid dan mampu bereaksi cepat terhadap tekanan lawan. Namun di Florence, dua pilar tersebut tampak mulai goyah, terutama selepas jeda.
Penanda pilar utama AC Milan mulai goyah terlihat pada tanda-tanda berikut ini:
1.Intensitas Permainan Tak Stabil

Intensitas permainan Milan tidak stabil. Keputusan-keputusan di lapangan juga kerap terlihat ragu dan kurang tajam. Saat Fiorentina berhasil unggul, respons yang muncul dari tim tamu tidak sekuat yang biasa diperlihatkan.
Kesan yang terlihat adalah sebuah tim yang kehilangan rasa lapar dan tidak cukup agresif ketika berada dalam situasi sulit.
2. Masalah Fisik Pemain
Masalah fisik memang bisa menjadi salah satu penjelasan, mengingat jadwal yang padat. Namun, alasan itu terasa terlalu sederhana.
Hampir semua tim di Serie A menghadapi tekanan serupa. Hal yang memperlihatkan perbedaan besar yakni tim besar dengan yang lain biasanya adalah kekuatan mental, dan di laga ini, Milan justru kehilangan percikan tersebut.
3. Kesalahan Memanfaatkan Peluang
Sebenarnya, peluang untuk mengendalikan pertandingan sudah muncul sejak awal. Christian Pulisic sempat mendapatkan dua kesempatan emas di menit-menit pembuka.
Jika salah satu saja bisa dimanfaatkan, jalannya laga kemungkinan besar akan berubah. Keunggulan cepat berpotensi membuat Milan bermain lebih nyaman dan memaksa Fiorentina keluar dari rencana mereka.
Namun, kegagalan memanfaatkan momen krusial kembali menjadi masalah. Situasi ini bukan kali pertama terjadi. Dalam dua pertandingan beruntun melawan Genoa dan Fiorentina, Milan terlihat kesulitan mengunci laga ketika memiliki kesempatan.
Setelah peluang terbuang, tekanan justru berbalik, dan saat situasi menjadi rumit, reaksi tim tidak cukup kuat untuk segera mengambil alih kendali.
Meski demikian, kondisi ini belum bisa disebut sebagai krisis besar. Musim masih panjang dan ruang untuk perbaikan tetap terbuka lebar, akan tetapi sinyal peringatan sudah mulai terasa. Jika dibiarkan, retakan kecil ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Pelatih Massimiliano Allegri disebut terus menuntut konsistensi, fokus, dan kemampuan merespons situasi sulit dari para pemainnya, terutama memasuki paruh kedua musim.
Dengan persaingan Serie A yang semakin ketat, AC Milan tidak bisa bergantung pada keberuntungan semata. Mereka perlu menemukan kembali ketegasan mental dan kekompakan yang selama ini menjadi ciri khas.
