SCORE.CO.ID – Kekalahan dari Brighton di putaran ketiga membuat Setan Merah kehilangan satu lagi kompetisi, membuat rencana MU setelah kalah dari Piala FA 2025 segera dikebut. Setelah kalah dari Brighton, pertandingan mereka di paruh kedua musim 2025/2026 menjadi jauh lebih longgar.
Rencana MU Setelah Kalah dari Piala FA 2025
Situasi itu mendorong manajemen klub untuk mencari rencana MU setelah kalah dari Piala FA 2025 agar para pemain tetap mendapatkan menit bermain dan klub tetap memiliki pemasukan.
Menurut laporan media Inggris, Manchester United kini mempertimbangkan menggelar laga uji coba di Arab Saudi.
Rencana ini muncul sebagai respons atas minimnya jadwal kompetitif yang tersisa, mengingat mereka juga tidak tampil di kompetisi Eropa dan sebelumnya sudah tersingkir dari Carabao Cup.
Dengan kondisi tersebut, hanya Premier League yang tersisa sebagai ajang resmi yang diikuti oleh tim besutan Michael Carrick.
Bagi manajemen MU, kekosongan jadwal ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Skuad yang besar membuat banyak pemain berisiko kehilangan ritme bertanding, terutama mereka yang jarang mendapat kesempatan tampil di liga.
Pertandingan persahabatan di luar negeri dinilai bisa menjadi solusi untuk menjaga kebugaran, memberikan jam terbang, sekaligus membantu pelatih mengevaluasi pemain secara lebih merata.
Selain aspek teknis, faktor finansial juga menjadi pertimbangan utama. Manchester United membutuhkan tambahan pemasukan setelah musim yang kurang ideal, baik dari sisi prestasi maupun pendapatan.
Laga Uji Coba MU di Arab Saudi

Menggelar laga uji coba di Arab Saudi diyakini bisa mendatangkan keuntungan komersial yang signifikan, mulai dari hak siar, sponsor lokal, hingga penjualan tiket yang biasanya tinggi untuk klub sebesar MU.
Rencana tersebut tidak berhenti sebagai wacana. Disebutkan bahwa pihak klub telah melakukan kontak awal dengan perwakilan pemerintah Arab Saudi untuk membicarakan berbagai hal administratif, termasuk izin penyelenggaraan pertandingan.
Proses ini masih berjalan, namun ada optimisme bahwa izin akan diberikan sehingga tur singkat itu bisa terealisasi di pertengahan musim.
Jika mendapat lampu hijau, Manchester United akan memanfaatkan momen tersebut untuk memainkan sejumlah pemain yang selama ini jarang turun di laga kompetitif.
Langkah ini juga bisa menjadi ajang uji coba bagi Carrick dalam meramu kombinasi tim, terutama karena ia masih berstatus sebagai pelatih interim dan membutuhkan banyak data untuk menilai potensi skuadnya.
Di sisi lain, agenda ini tidak akan mengganggu fokus tim terhadap kompetisi utama yang tersisa, yaitu Premier League. Dalam waktu dekat, MU masih harus menghadapi laga krusial, termasuk duel panas melawan rival sekota, Manchester City.
Pertandingan tersebut dipandang sangat penting karena Setan Merah sedang berusaha menghentikan tren hasil buruk dan memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Laga melawan City juga menjadi ujian mental dan taktik bagi Carrick dan anak asuhnya. Kemenangan di derbi Manchester bisa menjadi titik balik moral tim setelah kegagalan di berbagai kompetisi piala.
Oleh karena itu, meski rencana tur ke Arab Saudi tengah dipersiapkan, fokus utama skuad tetap diarahkan pada performa di liga.
Jika nantinya uji coba itu benar-benar terwujud, Manchester United berharap bisa memetik manfaat ganda, yakni menjaga kebugaran dan kepercayaan diri para pemain, sekaligus menambah pemasukan klub di tengah musim yang penuh tantangan.
Dalam dunia sepak bola modern, keseimbangan antara aspek olahraga dan bisnis memang semakin penting, dan MU tampaknya mencoba memaksimalkan kedua sisi tersebut.
