SCORE.CO.ID – PSIM Yogyakarta menunjukan catatan impresif selma melakoni BRI Super League musim ini. Kontribusi pemain asing PSIM Yogyakarta menjadi kunci dari konsistensi dan menjadikan mereka tim paling kompetitif di musim ini. Capaian 8 kemenangan, 6 hasil imbang dan 3 kali kekalahan menjadi pencapaian yang manis.
PSIM Yogyakarta Sebagai Tim Promosi dengan Performa Menjanjikan
PSIM Yogyakarta menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan hasil yang patut diapresiasi. Sebagai tim promosi, Laskar Mataram mampu bertengger di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 30 poin dari 17 pertandingan.
Catatan delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan menegaskan bahwa PSIM bukan sekadar pelengkap kompetisi, melainkan penantang serius di papan atas.
Ulasan Pemain Asing PSIM Yogyakarta
Konsistensi performa tersebut tidak hadir begitu saja. Selain peran pemain lokal dan strategi pelatih Jean-Paul van Gastel, kontribusi para pemain asing PSIM Yogyakarta menjadi faktor penting yang menopang kestabilan tim sepanjang paruh pertama musim.
Lini Belakang Solid Berkat Duet Bek Asing

Sektor pertahanan PSIM Yogyakarta menunjukkan pilar yang cukup kokoh. Duet Yusaku Yamadera dan Franco Ramos menjadi andalan utama di jantung pertahanan.
Keduanya memberikan keseimbangan antara ketenangan, duel udara, dan kemampuan membaca permainan lawan.
Yusaku sempat tampil reguler dalam 13 laga sebelum harus menepi akibat cedera, sementara Franco Ramos tampil lebih konsisten dengan 16 penampilan.
Bahkan, Ramos mampu menyumbang satu gol penting ke gawang Madura United. Secara keseluruhan, PSIM hanya kebobolan 18 gol di putaran pertama, sebuah angka yang tergolong baik bagi tim promosi yang kerap menghadapi lawan berpengalaman.
Kendali Permainan dari Lini Tengah
Lini tengah menjadi sektor paling stabil berkat kehadiran Ze Valente dan Rakhmatsho Rakhmatzoda. Duet ini hampir selalu menjadi pilihan utama saat kondisi fisik memungkinkan. Ze Valente tampil menonjol sebagai motor serangan dengan kontribusi lima gol dan tiga assist.
Gelandang asal Portugal tersebut dikenal memiliki visi bermain tajam serta distribusi bola yang rapi. Di sisi lain, Rakhmatsho berperan sebagai penyeimbang. Kekuatan fisik, disiplin bertahan, dan etos kerja tinggi membuatnya ideal untuk menopang gaya bermain Ze Valente.
Kombinasi keduanya menjadikan aliran permainan PSIM lebih terstruktur, namun tetap agresif saat melakukan transisi menyerang.
Lini Depan dengan Variasi Serangan
Pada sektor penyerangan, Nermin Haljeta menjadi tumpuan utama. Meski belum sepenuhnya konsisten dalam mencetak gol, penyerang asal Slovenia itu tetap memberi kontribusi signifikan dengan empat gol dan empat assist.
Pergerakan tanpa bolanya kerap membuka ruang bagi rekan setim, terutama pemain sayap. PSIM juga mengandalkan kreativitas dan kecepatan dari Ezequiel Vidal, Deri Corfe, serta Anton Fase.
Ketiganya menghadirkan variasi serangan melalui duel satu lawan satu dan pergerakan eksplosif dari sisi lapangan. Sementara itu, Donny Warmerdam belum sempat menjalani debut resmi karena masih dalam masa pemulihan cedera.
Adapun Rafinha telah dilepas dan melanjutkan karir ke PSIS Semarang setelah minim kesempatan bermain.
Modal Kuat Menatap Putaran Kedua
Secara keseluruhan, legiun asing PSIM Yogyakarta memberikan kontribusi signifikan di setiap lini. Kehadiran mereka tidak hanya meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga membantu menjaga konsistensi tim sepanjang putaran pertama.
Jika stabilitas ini mampu dipertahankan dan kedalaman skuad terus terjaga, PSIM Yogyakarta memiliki peluang besar untuk terus bersaing di papan atas hingga akhir musim BRI Super League 2025/2026.
