Persija Jakarta Tampil Pincang di Laga Perdana Putaran ke 2 Super League

Persija Jakarta Tampil Pincang di Laga Perdana Putaran ke 2 Super League
Persija Jakarta Tampil Pincang di Laga Perdana Putaran ke 2 Super League

SCORE.CO.ID – Langkah Persija mengawali putaran kedua Super League musim 2025/2026 dipastikan tidak berjalan mulus. Tim Persija Jakarta tampil pincang harus menghadapi situasi sulit jelang laga perdana mereka melawan Madura United yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23/1/2026). 

Kondisi tim yang tidak ideal membuat Persija harus tampil pincang di laga krusial tersebut.

Pemain Pilar Cedera Serius, Persija Jakarta Tampil Pincang

Persija Jakarta tampil pincang setelah dipastikan kehilangan sejumlah pemain pilar akibat kombinasi cedera serius dan sanksi disiplin. Total ada lima pemain utama yang tidak bisa diturunkan, sebuah situasi yang jelas menjadi ujian berat bagi pelatih Mauricio Souza dalam meramu komposisi tim terbaiknya. 

Absennya pemain-pemain kunci ini datang di momen yang kurang tepat, mengingat Persija sedang berusaha menjaga konsistensi untuk bersaing di papan atas klasemen.

Sektor yang paling terdampak adalah lini tengah. Hanif Sjahbandi dipastikan menepi cukup lama setelah didiagnosis mengalami cedera tulang rawan lutut yang tergolong serius. 

Gelandang bernomor punggung 19 tersebut bahkan harus menjalani tindakan operasi. Dokter tim Persija, dr. Muhammad Andeansah, Sp.KO, menjelaskan bahwa Hanif akan menjalani masa rehabilitasi panjang dengan estimasi pemulihan mencapai enam bulan. 

Kehilangan Hanif tentu menjadi pukulan telak karena perannya sangat vital dalam menjaga keseimbangan permainan tim.

Pelatih Tetap Jaga Optimisme

Mauricio Souza Pelatih Persija
Mauricio Souza Pelatih Persija

Selain Hanif, Persija juga tidak bisa diperkuat oleh Van Basty Souza. Pemain asing tersebut mengalami robekan ligamen bahu dan diperkirakan harus absen selama tiga hingga empat pekan. 

Situasinya semakin rumit karena Souza juga mendapat sanksi dari Komite Disiplin PSSI berupa larangan bermain dua pertandingan serta denda sebesar Rp75 juta akibat gestur tidak terpuji dalam laga melawan Persib Bandung beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Manajemen Persib Angkat Bicara Soal Ciro Alves Out: Kami Gak Mau Buru-Buru

Masalah Persija belum berhenti sampai di situ. Bruno Tubarao turut dijatuhi hukuman tambahan berupa larangan dua pertandingan dan denda Rp10 juta karena pelanggaran keras terhadap lawan. 

Sementara itu, dua pemain asing lainnya, Fabio Calonego dan Ryo Matsumura, masih harus menjalani sisa hukuman yang mereka terima sejak akhir tahun lalu. 

Kondisi ini membuat Persija kehilangan empat pemain asing sekaligus, sebuah situasi yang jelas mempengaruhi kekuatan tim, terutama di sektor serangan.

Meski diterpa badai absennya pemain pilar, Mauricio Souza tetap berusaha menjaga optimisme. Pelatih asal Brasil tersebut menaruh harapan besar pada pemain-pemain baru yang telah bergabung. 

Ia berharap kehadiran mereka mampu menutup kekosongan yang ditinggalkan para pemain inti dan memberikan energi baru bagi Persija. Macan Kemayoran dituntut untuk tetap tampil kompetitif dan menjawab tantangan besar di awal putaran kedua Super League musim ini.