SCORE.CO.ID – Dua hingga tiga pemain rekrutan Real Madrid terburuk yang didatangkan pada bursa transfer musim panas menuai kontra hingga kritik pedas. Pasalnya tak ada satupun yang bisa naikkan performa klub Los Blancos hingga pengaruhnya pun tak ada.
Mari flashback bersama JurnalisT, mengingat setelah gagal memenangkan trofi besar di musim 2024/2025, Los Blancos mendatangkan Trent Alexander-Arnold, Álvaro Carreras, Mastantuono, dan Huijsen untuk memperkuat skuad mereka musim panas lalu. Dari pemain berbakat tersebut, hanya Carreras yang berhasil mengamankan tempat permanen di tim inti klub.
Sekarang tanda tanya, seberapa besar pengaruh mereka untuk klub? Mari kita ambil dari satu nama pemain ini dulu.
Ya, Mastuonto Alami Performa Buruk Sejak Datang ke Bernabeu
Mengingat pemain muda yang direkrut dari River Plate dengan harga senilai €45 juta ($52,7 juta) dari River Plate, dan merenungkan enam bulan pertamanya mengenakan seragam putih.
Performanya tak begitu baik di Bernabeu, bahkan baru didatangkan 8 bulan tiba, ia mengalami cedera pangkal paha hingga absen hampir sebulan, akhirnya harus memainkan lagi Rodrygo di lini depan.
Hanya mencetak satu gol sejak ia didatangkan, angka ini cukup buruk mengingat dirinya juga kerap kali di bully oleh Madridista.

“Enam bulan pertama saya tidak berjalan dengan baik, saya dihina juga, bahkan jauh dari kemampuan terbaik saya, tetapi semuanya adalah pengalaman belajar. Masih ada enam bulan tersisa yang menurut saya paling krusial, dan saya akan fokus pada itu untuk menunjukkan performa terbaik saya”, kata Mastuonto.
Ia dikontrak El Real hingga 2031, selama masa kontraknya ia berharap Florentino Perez masih ingin menggunakan jasanya.
-
Huijsen Ingin Melupakan Apa yang Dia Lakukan
Bek berusia 20 tahun itu juga dianggap sebagai pemain rekrutan Real Madrid terburuk.
Sama seperti Mastantuono, Huijsen juga menerima banyak kritik. Pemain berusia 20 tahun itu mengalami cedera otot selama tiga bulan terakhir, yang menghambat penampilannya di lapangan.
Huijsen ditarik keluar dalam tiga penampilan pertamanya di tahun baru setelah beberapa momen menegangkan dan keputusan-keputusan yang membingungkan di lini belakang.
Padahal jika melihat, dia seorang bek tengah. Tidak seperti Sergio Ramos justru ia menjadi bek yang paling lemas dan lesu, stamina yang kurang bahkan sering cedera. Padahal harga perekrutannya cukup fantastis sebesar £50 juta ($67,2 juta) menjelang musim 2025–26, menjadikannya bek termahal dalam sejarah klub.
-
Alexander Arnold yang Terakhir
Bayangkan baru didatangkan, mantan bek sayap Liverpool ini sudah cedera tiga kali. Sebelumnya, ia juga sempat menepi akibat cedera pada Juli 2025 serta periode September dan yang terakhir pada bulan Oktober 2025 yang mengganggu ritme adaptasinya di Spanyol.
Bahkan sebagai bek sayap, ia justru sangat buruk dibandingkan dengan legenda bek sayap sebelumnya yang sama di posisinya ada Carvajal, Arbeloa, Raul Ruiz yang semuanya bermain sangat baik di posisinya.
