Susunan Pemain RB Leipzig Terbaik Sepanjang Masa

Susunan Pemain RB Leipzig Terbaik Sepanjang Masa
Susunan Pemain RB Leipzig Terbaik Sepanjang Masa

Susunan Pemain RB Leipzig Terbaik

score.co.id – Dalam dunia sepak bola modern, RB Leipzig muncul sebagai fenomena unik. Klub yang didirikan pada 2009 ini berhasil menembus hierarki sepak bola Jerman dengan cepat, bahkan menjadi pesaing serius di Bundesliga dan kompetisi Eropa. Meski kerap menuai kontroversi karena model kepemilikannya, Leipzig berhasil membangun tim berkualitas melalui strategi rekrutmen pemuda berbakat dan pelatih visioner. Artikel ini mengulas susunan pemain terbaik sepanjang sejarah RB Leipzig, berdasarkan kontribusi, statistik, dan pengaruh mereka dalam membentuk identitas klub.

Formasi dan Pelatih yang Mengubah Sejarah Leipzig

Formasi 4-2-3-1 dipilih sebagai dasar susunan pemain terbaik Leipzig. Formasi ini menjadi ciri khas klub selama era kejayaan mereka, menggabungkan soliditas defensif dengan serangan cepat melalui sayap. Di balik kesuksesan taktis ini, nama Ralf Rangnick tidak bisa dilupakan. Pelatih asal Jerman ini tidak hanya membawa Leipzig dari divisi dua ke Bundesliga, tetapi juga menanamkan filosofi gegenpressing yang menjadi DNA klub.

Susunan Pemain Inti RB Leipzig Terbaik

Kiper: Péter Gulácsi – Sang Penjaga Gawang yang Tak Tergantikan

Sejak bergabung pada 2015, kiper asal Hungaria ini menjadi tulang punggung pertahanan Leipzig. Dengan lebih dari 300 penampilan, Gulácsi dikenal sebagai sosok tenang di bawah mistar, dengan refleks cepat dan kemampuan membaca permainan. Kontribusinya paling terasa saat Leipzig mencapai semifinal Liga Champions 2019/20, di mana ia membuat 27 penyelamatan kritis sepanjang turnamen.

Baca Juga  Dilepas Lagi ke Timnas U-23 Indonesia, Ketum PSSI Hargai Campur Tangan Netizen yang Serbu Klub Nathan Tjoe-A-On

Bek Kanan: Nordi Mukiele – Kombinasi Kecepatan dan Kecerdasan

Mukiele, bek asal Prancis, adalah contoh sempurna bek modern. Selama empat musim (2018–2022), ia tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga kerap membantu serangan dengan overlapping runs. Rekor 10 gol dari posisi bek kanan membuktikan betapa ia mampu beradaptasi dalam berbagai situasi.

Bek Tengah: Dayot Upamecano dan Willi Orbán – Dinding Kokoh Leipzig

Duet Upamecano dan Orbán adalah mimpi buruk bagi penyerang lawan. Upamecano, dengan kecepatan dan teknik dribbling-nya yang langka untuk bek, sering kali memulai serangan dari lini belakang. Sementara Orbán, kapten klub, menjadi simbol kepemimpinan dan konsistensi. Gol-golnya dari situasi bola mati, seperti saat melawan Borussia Dortmund di 2021, kerap menjadi penentu kemenangan.

Bek Kiri: Marcel Halstenberg – Multifungsi dari Sisi Kiri

Halstenberg adalah pemain serba bisa yang menguasai posisi bek kiri dan gelandang bertahan. Selama delapan tahun bersama Leipzig, ia mencetak 18 gol, sebagian besar dari tendangan bebas dan sundulan. Ketenangannya dalam menguasai bola di bawah tekanan menjadi aset berharga bagi tim.

Gelandang Bertahan: Konrad Laimer dan Diego Demme – Dinamo di Lini Tengah

Laimer dan Demme adalah duo gelandang yang saling melengkapi. Laimer, dengan stamina tak terbatas, kerap menjadi pemutus serangan lawan, sementara Demme bertugas sebagai deep-lying playmaker yang mengatur ritme permainan. Keduanya menjadi kunci promosi Leipzig ke Bundesliga dan kesuksesan awal di kompetisi Eropa.

Gelandang Serang: Trio Kreatif Forsberg, Olmo, dan Nkunku

Emil Forsberg layak dijuluki “Raja Assist” Leipzig. Pemain Swedia ini mencetak 67 assist, termasuk umpan krusial di final DFB-Pokal 2022. Dani Olmo, dengan visi dan teknik dribbling-nya, sering menjadi pembeda di laga besar, seperti saat mencetak hattrick melawan Manchester City. Sementara Christopher Nkunku adalah mesin gol serbabisa: 70 gol dan 56 assist dalam 172 pertandingan membuatnya menjadi salah satu pemain terproduktif klub.

Baca Juga  Profil Lukeba, Bek Muda Berbakat Pilar Pertahanan RB Leipzig

Penyerang: Timo Werner – Legenda Gol Leipzig

Dengan 113 gol dalam dua periode bermain, Werner adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa Leipzig. Kecepatan eksplosif dan kemampuan finish-nya di depan gawang membuatnya meraih Sepatu Emas Bundesliga 2019/20. Keputusannya kembali ke Leipzig pada 2022 setelah gagal di Chelsea membuktikan ikatan emosionalnya dengan klub.

Pemain Cadangan yang Membuat Perbedaan

  1. Yussuf Poulsen – Striker Denmark ini mungkin tidak secemerlang Werner, tetapi kerja keras dan loyalitasnya selama 350+ penampilan membuatnya dicintai fans.
  2. Ibrahima Konaté – Bek tengah Prancis ini menunjukkan potensi besar sebelum direkrut Liverpool pada 2021.
  3. Dominik Szoboszlai – Gelandang Hungaria ini menjadi bintang muda dengan tendangan jarak jauhnya yang mematikan.
  4. Loïs Openda – Penyerang Belgia ini menjanjikan masa depan cerah dengan 25 gol di musim pertamanya (2023/24).

Prestasi yang Diukir oleh Generasi Emas Leipzig

  • DFB-Pokal 2021/22: Kemenangan bersejarah pertama Leipzig di kompetisi domestik, mengalahkan Freiburg 4-2 di final.
  • Semifinal Liga Champions 2019/20: Kalah tipis dari PSG (0-3) setelah mengalahkan Tottenham dan Atletico Madrid.
  • Dua Kali Runner-up Bundesliga: Bukti konsistensi di papan atas liga Jerman.

Analisis: Rahasia di Balik Kesuksesan Rekrutmen Leipzig

Leipzig mengadopsi model Moneyball dengan fokus pada pemain muda berbakat yang belum mencapai puncak karier. Contohnya, Nkunku dibeli dari PSG seharga €13 juta dan dijual ke Chelsea dengan harga €60 juta. Pendekatan ini didukung oleh jaringan skouting global Red Bull, yang mengidentifikasi talenta seperti Szoboszlai dari RB Salzburg. Selain itu, klub fokus pada pengembangan fasilitas akademi, seperti Red Bull Academy Leipzig, yang melahirkan pemain lokal seperti Lukas Klostermann.

Penutup

RB Leipzig membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menciptakan sejarah. Susunan pemain terbaik mereka mencerminkan kombinasi sempurna antara bakat internasional dan semangat tim yang solid. Meski beberapa bintang seperti Werner dan Nkunku telah hengkang, warisan mereka tetap hidup dalam setiap laga Leipzig. Dengan fondasi yang kuat dan strategi jangka panjang, klub ini siap terus bersaing di panggung Eropa.

Baca Juga  Remis Lawan Persib di Kandang, Ruang Ganti Persija bak Alami Kekalahan