SCORE.CO.ID – Arema FC kembali membuat gebrakan pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan mendatangkan pemain asing anyar, Gabriel Silva. Kedatangannya membuat Arema FC kelebihan pemain asing. Aturan 12 legiun asing membuat manajemen harus membuang satu nama.
Arema FC Kelebihan Pemain Asing
Gabriel Silva, Winger asal Brasil berusia 28 tahun itu diharapkan mampu menambah variasi serangan sekaligus meningkatkan daya gedor Singo Edan yang masih belum sepenuhnya stabil sepanjang putaran pertama musim ini.
Namun, kedatangan Gabriel Silva bukan tanpa konsekuensi. Manajemen kini dihadapkan pada situasi rumit lantaran Arema FC kelebihan pemain asing. Total, Arema saat ini memiliki 12 legiun asing, sehingga satu nama harus dilepas sebelum putaran kedua benar-benar berjalan.
Masalah kelebihan kuota ini muncul setelah Arema mendaftarkan dua pemain asing sekaligus, yakni Gabriel Silva serta Pablo Oliveira yang telah dinyatakan pulih dari cedera.
Di sisi lain, sepanjang putaran pertama, Arema baru melepas satu pemain asing, yaitu Paulinho Moccelin. Kondisi tersebut membuat manajemen tak memiliki banyak pilihan selain melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemain asing yang ada.
Dua Nama yang Rawan Didepak

Jika menilik kontribusi di paruh pertama musim, dua nama yang paling rawan terdepak adalah Yann Motta dan Odivan Koerich. Keduanya berposisi sebagai bek tengah, tetapi justru minim mendapat kesempatan bermain.
Yann Motta hanya mencatatkan 352 menit bermain, sementara Odivan Koerich sedikit lebih banyak dengan 438 menit. Catatan tersebut terbilang rendah untuk pemain asing yang diharapkan menjadi tulang punggung lini belakang.
Situasi ini semakin diperjelas oleh keputusan pelatih Arema FC, Marcos Santos. Dalam beberapa laga ketika sektor pertahanan mengalami krisis, ia justru memilih menggeser gelandang bertahan seperti Julian Guevara atau Matheus Blade untuk mengisi posisi bek tengah.
Langkah tersebut mengindikasikan bahwa kepercayaan terhadap Motta dan Koerich belum sepenuhnya terbentuk. Manajemen Arema FC mengakui bahwa evaluasi terhadap pemain asing memang telah dilakukan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebutkan bahwa keputusan selanjutnya tinggal menunggu waktu. Meski begitu, ia menegaskan bahwa melepas satu pemain asing bukan perkara sederhana, karena klub harus mempertimbangkan aspek teknis dan non-teknis secara matang.
Selain kontribusi di lapangan, faktor finansial juga menjadi pertimbangan penting. Arema FC tentu tidak ingin mengalami kerugian besar akibat pemutusan kontrak secara sepihak.
Oleh karena itu, manajemen juga harus memikirkan kompensasi kontrak serta peluang mencarikan klub baru bagi pemain yang nantinya dilepas.
Di tengah polemik kelebihan kuota tersebut, Arema FC justru dikabarkan masih aktif memburu pemain asing tambahan. Beberapa nama yang sempat dikaitkan dengan Singo Edan antara lain Ryo Matsumura dan Gustavo Franca dari Persija Jakarta, serta bek kiri PSM Makassar, Victor Luiz.
Meski demikian, hingga saat ini rumor tersebut belum berkembang menjadi kesepakatan konkret. Arema FC memang dikenal kerap membuat kejutan di bursa transfer.
Pada awal musim, mereka mendatangkan sejumlah pemain asing yang belum pernah merasakan atmosfer sepak bola Indonesia, seperti Valdeci Moreira, Matheus Blade, Luiz Gustavo, hingga Ian Puleio.
Pola ini kembali terlihat dalam perekrutan Gabriel Silva, yang benar-benar datang sebagai wajah baru di kompetisi domestik.
Filosofi mendatangkan pemain asing diyakini memberi keuntungan tersendiri bagi Arema. Kini, keputusan besar menanti Arema FC, memilih satu nama yang harus angkat kaki demi menjaga keseimbangan skuad dan tetap kompetitif di putaran kedua BRI Super League musim ini.
