SCORE.CO.ID – Nama Fabrizio Romano dikenal sebagai jurnalis olahraga asal Italia. Ia mengkhususkan diri pada berita transfer dan dikenal menggunakan slogan “Here We Go”. Informan transfer melekat pada dirinya yang namanya sudah dikenal luas di dunia sepak bola.
Sosok Sumber Informan Transfer Ternama
Bursa transfer selalu menjadi periode yang paling dinanti dalam dunia sepak bola. Pada momen inilah rumor, negosiasi, dan kepindahan pemain berlangsung cepat serta penuh dinamika.
Di tengah arus informasi yang sering kali simpang siur, satu nama kerap muncul sebagai rujukan utama para penggemar sepak bola global, yakni Fabrizio Romano.
Jurnalis asal Italia tersebut dikenal luas sebagai sumber informan transfer yang akurat dan konsisten. Setiap kali bursa transfer dibuka, unggahan Fabrizio Romano selalu ditunggu karena tingkat kepercayaannya yang tinggi.
Ia bukan bagian dari manajemen klub atau agen pemain, namun perannya dalam menyampaikan kabar perpindahan pemain membuatnya menjadi figur sentral dalam ekosistem sepak bola modern.
Kepercayaan publik terhadap Fabrizio Romano tidak hadir secara instan. Reputasi tersebut dibangun melalui kerja keras bertahun-tahun, disiplin tinggi, serta komitmen kuat terhadap verifikasi informasi.
Kalimat khas “Here We Go” yang sering digunakan bahkan telah menjadi simbol kepastian sebuah transfer dan melekat erat dengan namanya.
Profil Fabrizio Romano
Fabrizio Romano lahir di Napoli, 21 Februari 1993. Ketertarikannya pada sepak bola sudah tumbuh sejak usia dini. Awalnya, ia sempat bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, namun menyadari bahwa jalur tersebut tidak bisa ia tempuh.
Keputusan itu justru membawanya memilih jurnalisme sebagai jalan untuk tetap berada dekat dengan dunia sepak bola.
Langkah awal Romano di dunia jurnalistik dimulai sejak usia 18 tahun. Pada 2009, saat masih bersekolah, ia sudah aktif menulis laporan sepak bola dan mengirimkannya ke berbagai media kecil di Italia tanpa bayaran.
Pengalaman tersebut menjadi pondasi penting dalam membentuk etos kerja, ketekunan, dan jaringan profesional yang sangat berguna di kemudian hari.
Ia juga menempuh pendidikan di Università Cattolica del Sacro Cuore di Milan, yang turut mengasah kemampuan analitis dan profesionalismenya.
Jurnalis Pertama yang Memberitakan Kepindahan Mauro Icardi

Momen penting dalam karier Fabrizio Romano terjadi pada musim panas 2011 ketika ia menjadi jurnalis pertama yang memberitakan kepindahan Mauro Icardi dari Barcelona B ke Sampdoria.
Meski kala itu Icardi masih berusia 18 tahun, informasi tersebut terbukti akurat. Keberhasilan itu menjadi batu loncatan besar bagi reputasi Romano.
Hubungan profesional yang terjalin terus berkembang hingga pada 2013 ia kembali mencuri perhatian setelah mengungkap kesepakatan transfer Icardi ke Inter Milan jauh sebelum pengumuman resmi klub.
Sejak saat itu, namanya semakin dikenal secara internasional dan kepercayaan terhadap laporannya terus meningkat.
Karir Cemerlang di Sky Sports
Kariernya kemudian berlanjut di Sky Sports Italia, serta berkontribusi untuk media internasional seperti The Guardian dan Calciomercato. Kemampuannya menguasai beberapa bahasa, termasuk Italia, Inggris, Spanyol, dan Portugis, menjadi keunggulan besar dalam membangun jaringan global yang luas.
Kesuksesan Fabrizio Romano juga terlihat dari dominasinya di media sosial. Dengan puluhan juta pengikut di berbagai platform, ia mampu memadukan jurnalisme tradisional dengan kecepatan distribusi digital.
Pendekatan ini membuatnya tidak hanya menjadi jurnalis, tetapi juga merek personal yang kuat. Melalui konsistensi, etika kerja tinggi, dan akurasi informasi, Fabrizio Romano telah menetapkan standar baru dalam pemberitaan transfer.
Ia menjadi contoh bagaimana jurnalisme sepak bola dapat berkembang seiring perubahan zaman tanpa kehilangan kredibilitas.
