SCORE.CO.ID – Legenda sepak bola Belanda, Ruud Gullit, melontarkan pandangan keras terkait masa depan Joshua Zirkzee di Manchester United. Mantan pemain AC Milan itu secara terbuka menyarankan kompatriotnya tersebut untuk segera meninggalkan Old Trafford karena menilai atmosfer di klub tidak mendukung perkembangan sang penyerang.
Keputusan Joshua Zirkzee Hijrah ke MU Tuai Tanda Tanya
Menurut Gullit, keputusan Joshua Zirkzee hijrah ke Manchester United sejak awal sudah mengundang tanda tanya. Ia menilai langkah tersebut kurang tepat, terutama mengingat performanya sedang menanjak bersama Bologna di Serie A sebelum pindah ke Inggris.
Gullit bahkan berpendapat bahwa Zirkzee seharusnya tetap melanjutkan karirnya di Italia atau memilih klub Serie A yang lebih besar.
Manchester United mendatangkan Zirkzee dari Bologna pada Juli 2024 dengan nilai transfer mencapai sekitar 36,5 juta paun. Harapannya, striker Timnas Belanda itu bisa menjadi solusi di lini depan Setan Merah.
Namun, ekspektasi tersebut belum terwujud. Pada musim pertamanya, Zirkzee hanya mampu mencetak tiga gol dari 32 penampilan di berbagai ajang. Memasuki musim berikutnya, kontribusinya pun masih minim dengan dua gol dari 14 pertandingan.
Produktivitas yang rendah membuat Zirkzee kerap tersisih dari starting XI dan lebih sering memulai laga dari bangku cadangan. Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai masa depannya, termasuk kemungkinan kembali ke Serie A.
AS Roma disebut-sebut menjadi salah satu klub yang tertarik mendatangkannya sebelum bursa transfer Januari ditutup. Pergantian pelatih di Manchester United juga menambah ketidakpastian bagi Zirkzee.
Setelah Ruben Amorim didepak, Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim. Kondisi ini sebenarnya membuka peluang bagi Zirkzee untuk mendapatkan kesempatan baru. Namun, Gullit justru berharap sang striker memilih hengkang demi menyelamatkan karirnya.
Menurut Gullit, Pemain Sulit Berkembang di MU

Gullit menilai ada masalah mendasar di Manchester United yang membuat pemain sulit berkembang. Ia menyebut suasana di dalam klub tidak sehat dan berdampak pada performa individu pemain.
Menurutnya, energi di Old Trafford saat ini terasa negatif dan tidak kondusif bagi perkembangan pemain muda seperti Zirkzee.
Sebagai pembanding, Gullit menyinggung perkembangan Scott McTominay setelah meninggalkan Manchester United. Gelandang asal Skotlandia itu dinilai menunjukkan peningkatan signifikan sejak pergi dari Old Trafford.
Gullit menilai kepindahan tersebut menjadi bukti bahwa meninggalkan United bisa menjadi langkah tepat bagi pemain yang kesulitan mendapatkan peran utama.
Pandangan kritis terhadap Zirkzee juga datang dari mantan bek Manchester United, Paul Parker. Ia meragukan kemampuan Zirkzee untuk bersinar di level tertinggi bersama Setan Merah.
Parker bahkan membandingkan Zirkzee dengan Benjamin Sesko dan menilai kualitas keduanya terpaut cukup jauh. Parker menilai Zirkzee belum menunjukkan karakter dan efektivitas yang dibutuhkan untuk bermain di klub sebesar Manchester United.
Ia juga mengkritik gaya bermain Zirkzee yang dinilai terlalu ingin tampil menonjol, tetapi justru tidak memberikan dampak nyata bagi tim. Situasi Zirkzee semakin ironis ketika ia mendapat menit bermain lebih banyak akibat cedera yang dialami Sesko.
Parker menyebut kondisi tersebut justru bisa merugikan Zirkzee karena menghambat peluangnya untuk pindah sebagai pemain pinjaman pada bursa transfer Januari.
Dengan kritik yang terus berdatangan dan performa yang belum meyakinkan, masa depan Zirkzee di Manchester United kian dipertanyakan.
Saran Ruud Gullit pun menjadi refleksi bahwa kepindahan mungkin menjadi jalan terbaik bagi sang penyerang untuk kembali menemukan performa terbaiknya.
