SCORE.CO.ID – Juventus pulang dengan kekalahan saat melawat ke markas Cagliari. Lanjutan Serie A tersebut digelar di Unipol Domus, pada Minggu (18/1/2026) dini hari WIB. Juventus kalah bukan karena ketidakberuntungan, sang pelatih menyalahkan pemain yang panik dan lupa posisi.
Juventus Kalah Melawan Cagliari
Kekalahan mengejutkan Juventus di markas Cagliari menjadi noda pertama dalam perjalanan Luciano Spalletti bersama Bianconeri. Bertanding di Sardinia pada lanjutan Serie A, Juventus harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 0-1.
Hasil yang tidak sejalan dengan jalannya pertandingan. Secara statistik, Juventus tampil dominan. Mereka menguasai bola dalam persentase tinggi dan menciptakan banyak peluang.
Catatan expected goals atau xG Juventus mencapai angka 1,28, jauh melampaui milik Cagliari yang hanya berada di 0,16. Namun, dominasi tersebut gagal diterjemahkan menjadi gol, sementara Cagliari justru tampil sangat efisien.
Satu momen krusial dari situasi bola mati menjadi pembeda. Tendangan voli Luca Mazzitelli sukses menembus gawang Juventus dan menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.
Gol itu lahir dari kelengahan lini belakang Juventus yang gagal menjaga konsentrasi. Hasil ini menghentikan laju Juventus yang sebelumnya telah menjalani 7 laga tanpa kekalahan di semua ajang.
Saat ini, Juventus mengantongi 39 poin dan berada di peringkat keempat. Posisi tersebut rawan disalip oleh AS Roma yang memiliki poin sama, terlebih lagi mereka belum menjalani laga di pekan ke 21 Liga Italia.
Sementara tim lawan, Cagliari sedang berjuang menjauh dari zona merah dengan total 22 poin di peringkat ke-13.
Kritik Spaletti Terhadap Para Pemain jadi Sorotan

Alih-alih menyalahkan keberuntungan atau keputusan wasit, Spalletti justru melontarkan kritik tajam kepada para pemainnya karena Juventus kalah.
Pelatih asal Italia itu menilai anak asuhnya kehilangan disiplin taktik, terutama ketika berusaha mengejar ketertinggalan di menit-menit akhir pertandingan.
Menurut Spalletti, kepanikan mulai menguasai permainan Juventus. Ia menyoroti pergerakan para pemain pengganti yang dinilai keluar dari peran seharusnya.
Edon Zhegrova dan Francisco Conceicao misalnya, terlalu sering turun ke lini tengah untuk menjemput bola. Padahal peran utama mereka adalah memberi ancaman di area sepertiga akhir lawan.
Spalletti juga mengkritik barisan pertahanan yang ikut naik tanpa perhitungan matang. Ia menyebut Kalulu dan Kelly terlalu sering mendorong ke sisi sayap, sehingga meninggalkan ruang di lini belakang.
Bagi Spalletti, inisiatif menyerang tidak boleh mengorbankan keseimbangan dan struktur permainan. Meski kecewa, Spalletti tetap mengakui bahwa Juventus sebenarnya memainkan permainan mereka dengan cukup baik.
Namun, detail-detail kecil yang diabaikan justru menjadi pembeda. Ia menilai kekacauan posisi itulah yang membuat Juventus kesulitan membongkar pertahanan rapat Cagliari.
Nasib sial juga menghampiri Juventus sepanjang laga. Penalti yang sempat diberikan wasit akhirnya dianulir VAR. Sementara peluang emas Kenan Yildiz hanya berujung pada benturan dengan tiang gawang setelah bola sedikit berubah arah.
Namun, Spalletti menegaskan bahwa timnya tidak boleh berlindung di balik alasan ketidakberuntungan. Ia justru memuji Cagliari yang mampu mengendus peluang kecil dan memanfaatkannya secara maksimal.
Kekalahan ini berdampak besar pada ambisi Juventus di jalur Scudetto. Jarak dengan Inter Milan di puncak klasemen kini melebar menjadi 10 poin.
Ancaman terhadap posisi empat besar pun mulai terasa jika rival-rival terdekat mampu meraih hasil positif. Spalletti menutup dengan peringatan keras kepada skuadnya.
Menurutnya, perhatian terhadap detail terkecil akan sangat menentukan nasib Juventus di sisa musim, terlebih laga penting Liga Champions melawan Benfica sudah menanti di depan mata.
