Kadek Arel Masuk Elite APPI, Sandang Predikat Pemain Aktif Termuda

Kadek Arel Masuk Elite APPI, Sandang Predikat Pemain Aktif Termuda
Kadek Arel Masuk Elite APPI, Sandang Predikat Pemain Aktif Termuda

SCORE.CO.ID – Nama Kadek Arel Priyatna kembali mencuri perhatian, bukan hanya lewat performanya di lapangan, tetapi juga melalui perannya di luar garis putih. Kadek Arel masuk elite APPI atau Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia. Ia juga langsung menorehkan sejarah sebagai pemain aktif termuda asal Bali yang duduk di jajaran elite organisasi tersebut.

Pengumuman Susunan Kadek Arel Masuk Elite APPI

APPI mengumumkan susunan kepengurusan baru mereka pada Selasa, 13 Januari 2026, bertepatan dengan momen diperkenalkannya John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia. 

Organisasi yang berada di bawah naungan FIFPro serta diakui PSSI itu kini diisi oleh kombinasi pemain aktif dan figur-figur berpengalaman, dengan tujuan memperkuat peran advokasi bagi pesepakbola profesional di Tanah Air.

Kadek Arel masuk elite APPI baru berusia 20 tahun, dipercaya menjabat sebagai salah satu anggota Komite Eksekutif atau Exco. 

Penunjukan ini menjadi pencapaian penting bagi sang pemain karena ia menjadi salah satu sosok termuda yang pernah mengemban tanggung jawab strategis di APPI. Lebih dari itu, Arel juga tercatat sebagai pemain aktif pertama dari Bali yang mendapat kehormatan tersebut.

Masuknya nama Kadek Arel ke jajaran Exco mencerminkan semakin besarnya kepercayaan terhadap peran generasi muda dalam membangun masa depan sepak bola Indonesia. 

Meski masih aktif membela Bali United dan Timnas Indonesia U-23, ia kini juga memikul tanggung jawab untuk ikut memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan para pemain profesional di tingkat nasional.

Struktur APPI Terbaru

Dalam struktur terbaru APPI, posisi Presiden kini dipegang oleh Hanif Sjahbandi, sementara Wakil Presiden dipercayakan kepada penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Argawinata. 

Baca Juga  Pemain Bintang Arema vs Bhayangkara Akan Berduel Sore Ini

Kepengurusan ini diharapkan mampu menghadirkan suara yang lebih kuat dan representatif bagi para pesepakbola di Indonesia, baik yang bermain di kompetisi pria maupun putri.

Selain Kadek Arel, sejumlah nama berpengalaman juga masuk sebagai anggota Exco. Di antaranya terdapat Andritany Ardhiyasa, Achmad Jufriyanto, Sutanto Tan, serta pemain Timnas putri Shalika Aurelia. 

Kehadiran mereka dinilai memberi keseimbangan antara perspektif pemain senior dan generasi yang lebih muda.

Beberapa Tokoh Sepakbola Nasional jadi Sorotan

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia

Untuk memperkuat arah kebijakan, APPI juga menunjuk beberapa tokoh sepak bola nasional sebagai penasihat. Nama-nama seperti Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, Firman Utina, serta Ramdani Lestaluhu dan Leonard Tupamahu dipercaya duduk di jajaran Advisory Board. 

Kombinasi figur berpengalaman dan pemain aktif ini diharapkan mampu memperkuat fondasi organisasi dalam menjalankan program-programnya.

Bagi Kadek Arel sendiri, kepercayaan tersebut menjadi tantangan baru di tengah perjalanan kariernya sebagai pesepakbola profesional. 

Ia menyadari bahwa peran ini menuntut tanggung jawab besar, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi banyak pemain lain yang menggantungkan harapan pada APPI.

Dalam periode kepengurusan hingga 2029, Kadek Arel dan rekan-rekannya di APPI akan terlibat dalam berbagai agenda penting. 

Program-program tersebut meliputi perlindungan hak pemain, peningkatan edukasi, hingga penguatan solidaritas di antara para pesepakbola Indonesia.

Sejak berdiri pada 2008, APPI memang dikenal sebagai wadah resmi advokasi pemain, terutama dalam isu kesejahteraan dan profesionalisme. Meski sepak bola Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan gaji hingga isu non-teknis lainnya, Arel menilai perkembangan tetap berjalan ke arah yang lebih baik.

Dengan peran barunya di APPI, Kadek Arel kini tak hanya menjadi andalan di lini belakang, tetapi juga diharapkan menjadi salah satu suara penting. 

Baca Juga  Kontrak 3,5 Tahun Fajar Fathurrahman: Masa Depan Bermuara di Persija