SCORE.CO.ID – Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, memberikan pembelaan terhadap performa timnya usai Lazio kalah telak 0-3 dari Como pada lanjutan Serie A yang digelar di Stadion Olimpico, Senin malam. Hasil tersebut jelas mengecewakan publik tuan rumah, namun Sarri menilai skor akhir tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan, khususnya di babak pertama.
Lazio Kalah Telak dari Como di Serie A
Lazio langsung berada dalam tekanan sejak awal laga setelah kebobolan cepat ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Gol pembuka Como dicetak oleh Martin Baturina melalui tembakan yang sempat berubah arah dan mengecoh Ivan Provedel.
Situasi semakin sulit bagi Biancocelesti setelah Nico Paz tampil gemilang dengan memborong dua gol tambahan yang memastikan kemenangan telak bagi tim tamu.
Meskipun Lazio kalah telak, Sarri menegaskan bahwa penampilan anak asuhnya tidak sepenuhnya buruk. Menurut pelatih berusia 67 tahun itu, Como tampil sangat efektif dalam memanfaatkan setiap peluang yang mereka miliki.
Ia menilai babak pertama Lazio masih cukup kompetitif, namun detail kecil dan kurangnya ketajaman menjadi pembeda.
Sarri menyebut gol cepat membuat situasi pertandingan menjadi rumit, terutama menghadapi tim yang memiliki sirkulasi bola sangat baik seperti Como.
Ia menjelaskan bahwa di babak pertama, Como hanya beberapa kali masuk ke kotak penalti, tetapi mampu mencetak dua gol dan bahkan mendapatkan penalti.
Di sisi lain, Lazio sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol melalui aksi Matteo Cancellieri dan Mattia Zaccagni, namun gagal dimanfaatkan dengan maksimal.
Menurut Sarri, gol pembuka sangat mempengaruhi jalannya laga, meski ia tetap mengakui kualitas Como yang dinilainya berada di atas Lazio pada pertandingan tersebut.
Ia juga menyoroti sikap bertahan timnya yang terlalu pasif, sehingga memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.
Kekalahan Sebagai Pembelajaran

Meski baru saja menerima pukulan telak, Sarri menegaskan timnya tidak boleh larut dalam kekecewaan. Ia meminta para pemain untuk menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran dan segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Lecce.
Sarri menekankan pentingnya memulihkan mental dan menjaga konsentrasi di tengah berbagai masalah yang dihadapi tim.
Ia mengakui Lazio memiliki banyak kendala, mulai dari bursa transfer, cedera, hingga proses adaptasi pemain baru.
Namun, Sarri menolak menjadikan hal-hal tersebut sebagai alasan. Ia mengingatkan bahwa dalam rentang 18 pertandingan terakhir, Lazio hanya kalah dari tim-tim papan atas seperti Inter, Milan, dan Napoli.
Sarri menutup dengan menegaskan bahwa Lazio bukan tim sembarangan dan telah berjuang sejauh ini. Ia menyebut kekalahan dari Como sebagai malam buruk yang harus segera dilupakan, sembari mengakui keunggulan lawan yang tampil sangat efisien dan layak meraih kemenangan.
