SCORE.CO.ID – Inter Milan gagal memaksimalkan laga penting dalam perburuan gelar Serie A setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Napoli di Stadion Giuseppe Meazza. Terpantau bek Inter Milan melempem pada laga yang terbilang krusial tersebut.
Pertandingan pekan ke-20 musim 2025/2026 menjadi momen krusial bagi Nerazzurri, terutama karena mereka menghadapi salah satu rival langsung di papan atas klasemen.
Bek Inter Milan Melempem saat Hadapi Napoli
Alih-alih mengamankan tiga poin, Inter justru harus puas dengan satu angka akibat performa lini belakang yang tidak berada pada level terbaiknya.
Sepanjang musim, pertahanan Inter dikenal cukup solid dan disiplin. Namun saat menghadapi Napoli, tekanan tinggi dan tempo cepat membuat barisan belakang tuan rumah tampak rapuh.
Salah satu sosok yang paling disorot adalah Manuel Akanji. Bek asal Swiss tersebut biasanya menjadi figur yang stabil, tetapi pada laga ini ia terlihat kesulitan mengontrol area pertahanannya sendiri.
Inter sebenarnya dua kali berhasil unggul. Akan tetapi, setiap kali memimpin, mereka gagal menjaga konsentrasi hingga Napoli mampu menyamakan kedudukan.
Masalah utama yang muncul bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan hilangnya fokus dalam momen-momen krusial. Situasi ini menjadi cerminan betapa rapuhnya organisasi pertahanan Inter saat berada di bawah tekanan tinggi.
Akanji terlihat kerepotan menghadapi pergerakan Rasmus Hojlund yang aktif bergerak keluar-masuk ruang kosong. Penyerang Napoli itu kerap menarik Akanji menjauh dari posisi idealnya, sehingga membuka celah bagi pemain lain untuk masuk ke area berbahaya.
Pola ini dimanfaatkan Napoli dengan baik untuk membangun serangan yang lebih tajam.
Jalannya Laga Inter Milan Kontra Napoli

Gol pembuka Scott McTominay pada menit ke-26 menjadi contoh nyata dari masalah tersebut. Umpan silang Elif Elmas seharusnya bisa diantisipasi, tetapi penjagaan di kotak penalti tidak berjalan optimal.
Akanji terlambat bereaksi, sehingga McTominay mendapatkan ruang bebas untuk menyambut bola dan mengubahnya menjadi gol.
Di babak kedua, Inter sempat kembali berada di depan setelah Hakan Calhanoglu sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-73.
Keunggulan itu seharusnya bisa menjadi titik balik. Namun, delapan menit kemudian, kesalahan yang mirip kembali terjadi. McTominay sekali lagi lolos dari pengawalan dan mencetak gol keduanya, membuat skor kembali imbang.
Perburuan Scudetto Terancam
Hasil ini memberi dampak besar terhadap posisi Inter dalam perburuan Scudetto. Di bawah asuhan Cristian Chivu, Inter belum mampu menunjukkan dominasi saat berhadapan dengan rival-rival utama.
Laga melawan Napoli menegaskan bahwa detail kecil, terutama di lini belakang, dapat menentukan nasib dalam persaingan ketat seperti ini.
Padahal, Akanji sebelumnya tampil sangat meyakinkan sejak direkrut dari Manchester City pada hari terakhir bursa transfer.
Ia bahkan sempat melampaui Stefan de Vrij dan Francesco Acerbi dalam hierarki bek tengah pilihan utama. Performa melawan Napoli menjadi pengingat bahwa konsistensi tetap menjadi tantangan, terlebih ketika menghadapi laga-laga besar dengan tekanan tinggi.
Chivu kini dihadapkan pada pekerjaan rumah yang tidak ringan. Ia perlu melakukan evaluasi cepat agar kesalahan serupa tidak kembali terulang.
Di papan atas Serie A, setiap kehilangan poin bisa berakibat fatal, dan ruang untuk melakukan kesalahan semakin sempit seiring berjalannya musim.
Masih banyak pertandingan yang harus dilalui, tetapi duel kontra Napoli telah memberikan sinyal jelas. Jika Inter ingin terus bersaing di jalur juara, mereka tidak hanya membutuhkan ketajaman di lini depan. Bek Inter Milan melempem saat menghadapi laga penting harus dihindari.
