Pelatnas Cipayung Ubah Tradisi 2026: Tiap Atlet Bisa Pulang Tiap Bulan Tanpa Menunggu Akhir Tahun

Pelatnas Cipayung Ubah Tradisi 2026: Tiap Atlet Bisa Pulang Tiap Bulan Tanpa Menunggu Akhir Tahun
Pelatnas Cipayung Ubah Tradisi 2026, Seperti Apa?

SCORE.CO.ID – Selama bertahun-tahun, satu momen selalu jadi penanda pergantian musim di bulu tangkis Indonesia. Bukan hanya kalender tapi juga suasana Pelatnas Cipayung.

Akhir tahun biasanya identik dengan dua hal yaitu pemulangan dan pemanggilan atlet sejak tahun 2000 silam, tapi kini pelatnas Cipayung ubah tradisi 2026.

Ada yang kembali dengan senyum karena dipertahankan. Ada yang menahan napas, menunggu nasib. Ada yang pulang dengan harapan suatu hari akan dipanggil lagi. Itu tradisi.

Tapi mulai akhir 2025, tradisi itu berhenti. PBSI resmi mengumumkan mekanisme pemulangan dan pemanggilan atlet pelatnas setiap akhir tahun ditiadakan. 

Karena dunia bulu tangkis berubah. Kompetisi internasional makin padat, makin cepat, dan bahkan sudah mulai bergulir sejak awal Januari 2026. Tidak ada lagi waktu “memulai ulang” seperti dulu. 

PBSI menilai, dinamika “pulang-panggil” membuat program latihan seperti memiliki jeda padahal persaingan dunia tidak pernah berhenti. Maka lahirlah satu kata kunci yang jadi dasar keputusan ini yaitu stabilisasi

PBSI ingin komposisi atlet pelatnas lebih stabil agar program latihan berjalan berkesinambungan dan transisi menuju siklus kompetisi besar bisa lebih maksimal. 

Mungkin banyak yang bertanya, “Kalau tidak ada pemulangan akhir tahun, berarti atlet aman-aman saja?” Jawabannya: tidak.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan: standar tetap tinggi. Bedanya, evaluasi kini memakai Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan pelatih. 

Artinya kalau atlet tidak mencapai KPI, maka akan terkena degradasi. Dan waktu degradasinya tidak sama untuk setiap atlet, tergantung KPI masing-masing.

Tidak ada lagi “menunggu akhir tahun.” Sekarang, evaluasi bisa terjadi kapan saja. Dan itu membuat setiap latihan terasa seperti ujian.

Sementara untuk promosi, PBSI menyiapkan pintu masuk yang lebih jelas yaitu Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI yang digelar setiap awal tahun. 

Baca Juga  Sabar/Reza Alami Cedera Bahu Jelang Semifinal Hylo Open Malam Ini

Sesuai PO 012 Tahun 2025, Seleknas akan diikuti oleh 16 atlet tunggal, 16 pasang ganda. Juara Kejurnas Taruna otomatis dapat wild card. 15 ranking terbaik Ranking Nasional PBSI masuk Seleknas plus atlet potensial dari pantauan pemandu bakat dan persetujuan bidang Binpres. Semua dibuat lebih sistematis dan terukur.

PBSI menyebut aturan baru ini bukan sekadar perubahan kecil. Ini adalah langkah besar menuju profesionalisme pembinaan. Tujuannya jelas yaitu transparan, objektif, berbasis kinerja dan prestasi, evaluasi terukur.

Dan target akhirnya tidak main-main yaitu Kejuaraan Dunia, Thomas & Uber Cup dan puncaknya adalah Olimpiade Los Angeles 2028.

Dengan perubahan ini tentunya diharapkan bisa menambah semangat daya juang para atlet, dan pastinya tidak mengurangi waktu mereka untuk berlatih.