SCORE.CO.ID – Pada musim 2025/2025 menjadi perjalanan Muhamed Salah di Liverpool yang bisa dibilang tak biasa. Jika sebelumnya ia dipuja sebagai pahlawan yang mengantarkan The Reds meraih gelar Premier League, kini sorotan justru tertuju pada penurunan performanya.
Ketajaman yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khas winger asal Mesir tersebut mulai dipertanyakan, seiring kontribusinya yang tak lagi seimpresif musim lalu.
Perjalanan Muhamed Salah di Liverpool
Situasi yang tidak mengenakkan bagi Muhamed Salah terjadi di tengah proses adaptasi Liverpool di bawah pelatih anyar, Arne Slot. Pergantian filosofi permainan, ditambah masuknya sejumlah pemain baru membuat performa tim secara keseluruhan belum stabil.
Dalam kondisi seperti itu, Salah yang biasanya menjadi pembeda justru terlihat kesulitan menemukan ritme terbaiknya. Musim lalu, Salah tampil luar biasa dengan torehan 29 gol di semua kompetisi liga dan menjadi motor utama keberhasilan Liverpool menjuarai Premier League.
Standar tinggi tersebut membuat performanya di awal musim ini terasa kontras. Ketika kontribusinya menurun, Slot pun mengambil keputusan yang jarang terjadi sepanjang karier Salah di Anfield.
Bangku Cadangan jadi Saksi Era Kejatuhan?
Pada akhir November, Salah secara mengejutkan dicadangkan saat Liverpool menghadapi West Ham, bahkan tidak diturunkan sama sekali. Keputusan tersebut berlanjut pada laga berikutnya kontra Sunderland.
Untuk pertama kalinya dalam sembilan musim berseragam Liverpool, Salah tak masuk starting XI dalam dua pertandingan beruntun. Slot mengakui bahwa situasi tersebut membuat sang pemain merasa tidak sepenuhnya bahagia.
Kondisi ini mengingatkan publik pada kisah legenda Liverpool, Ian Rush. Menjelang akhir karirnya, Rush pernah berada dalam posisi serupa. Ia memilih meninggalkan Anfield pada 1996 dan bergabung dengan Leeds United karena merasa tak lagi mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.
Bagi Rush, bermain setiap pekan jauh lebih penting ketimbang sekadar bertahan di klub besar namun duduk di bangku cadangan.
Rush kala itu juga menyoroti ketatnya persaingan di lini depan Liverpool yang dihuni pemain-pemain muda berbakat seperti Robbie Fowler dan Stan Collymore.
Ia memilih pergi demi menjaga kebahagiaan dan kecintaannya pada sepak bola. Namun, situasi Salah dinilai sepenuhnya berbeda. Ketika pernyataan Rush soal pentingnya menjadi starter kembali diperbincangkan, Salah sejatinya baru saja menuntaskan musim terbaiknya.
Isu masa depan perjalanan Muhamed Salah di Liverpool pun sempat mengemuka, terutama terkait kontrak yang hampir habis. Kekhawatiran tersebut akhirnya mereda setelah Salah menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun pada April 2025 yang membuatnya bertahan hingga 2027.
