SCORE.CO.ID – Langkah klub Setan Merah di Piala FA musim 2025/2026 harus terhenti lebih awal. Petaka Piala FA bagi MU menutup peluang meraih trofi di liga domestik musim ini. Fakta horor ini memperpanjang periode sulit yang tengah dialami Manchester United. Publik Old Trafford pun harus terdiam setelah tim kesayangannya harus menelan kekalahan 1-2 dari Brighton.
Fakta Horor Petaka Piala FA bagi MU
Kekalahan dari Brighton di Piala A memicu rek terburuk klub Setan Merah selama 111 tahun. Manchester United harus bermain dengan 10 orang setelah Seha Lacey diusir keluar lapangan hanya sebagian fakta menyakitkan. Berikut ini fakta horor petaka Piala FA bagi MU yang tak terhindarkan:
1. Manchester United Tak Didampingi Manajer Sementara
Pada laga yang diprediksi menjadi penampilan pamungkas Darren Fletcher sebagai manajer interim, Manchester United berambisi melanjutkan kisah manis mereka di Piala FA ketika berhadapan dengan Brighton yang ditangani Fabian Hurzeler.
Turnamen tertua di dunia sepak bola itu memang terasa akrab bagi klub Setan Merah. Mengingat mereka tampil di dua dari tiga partai final terakhir dan bahkan keluar sebagai juara pada musim 2023/2024.
Di tengah petaka Piala FA bagi MU, manajemen klub juga tengah menimbang opsi pelatih sementara untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Ruben Amorim, dengan Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick menjadi dua kandidat yang paling sering disebut.
Keduanya dipertimbangkan hanya sebagai solusi jangka pendek sebelum United menunjuk pelatih kepala permanen pada musim panas mendatang.
Meski demikian, siapa pun yang akhirnya dipilih sebagai pelatih interim, mereka tak akan lagi memimpin laga Piala FA musim ini. United sudah harus angkat koper lebih awal setelah tersingkir pada kesempatan pertama di edisi kompetisi tahun ini.
2. Mantan Penyerang MU, Welbeck Cetak Gol

Kekalahan Manchester United dari Brighton di ajang Piala FA kembali menorehkan catatan kelam bagi klub. Ironisnya, sosok yang kembali melukai Old Trafford adalah Danny Welbeck, mantan penyerang United yang kini membela Brighton.
Situasi semakin rumit setelah United harus bermain dengan sepuluh orang usai Shea Lacey menerima kartu merah. Brighton tampil agresif sejak awal dan langsung unggul lewat gol cepat Brajan Gruda.
Kepercayaan diri The Seagulls semakin meningkat ketika Welbeck menggandakan keunggulan tim tamu pada babak kedua.
United sempat memberi harapan lewat gol Benjamin Sesko di menit-menit akhir, namun momentum itu terhenti akibat kartu merah Lacey.
Hasil ini memastikan perjalanan United di Piala FA musim ini berakhir lebih cepat, sekaligus mempertegas periode sulit yang tengah mereka alami.
3. Statistik Horor Setelah Kalah dari Brighton
Rentetan tanpa kemenangan Manchester United di semua ajang kini melebar menjadi empat pertandingan setelah kalah dari Brighton, sekaligus memunculkan catatan suram yang belum pernah terjadi selama lebih dari 100 tahun.
Tersingkir dari Piala FA dan Piala Liga membuat klub peraih 20 gelar liga itu hanya berpeluang memainkan maksimal 40 laga sepanjang musim ini.
Angka tersebut menjadi yang paling sedikit sejak musim 1914/1915, ketika mereka hanya menjalani 39 pertandingan. Kondisi ini sangat kontras dengan musim lalu, saat United tampil dalam 60 laga di berbagai kompetisi.
Berkat keberhasilan melaju ke final Liga Europa, mencapai perempat final Piala Liga, serta tampil hingga putaran kelima Piala FA, di samping menjalani 38 pertandingan Liga Primer.
