SCORE.CO.ID – Bek muda Manchester City, Max Alleyne, berpeluang melakoni debutnya di Liga Primer Inggris pada Rabu setelah namanya masuk dalam skuad yang akan menghadapi Brighton. Profil Max Alleyne pun menarik perhatian dan menjadi kesempatan di tengah situasi darurat yang dialami lini pertahanan City akibat badai cedera yang menimpa sejumlah pemain utama.
Profil Max Alleyne
Alleyne merupakan pemain internasional Inggris U-21 yang baru saja dipanggil kembali dari masa peminjamannya bersama Watford. Keputusan tersebut diambil manajemen City untuk menambah kedalaman skuad, menyusul cedera serius yang dialami Ruben Dias dan Josko Gvardiol.
Gvardiol bahkan dipastikan harus menjalani operasi setelah mengalami patah tulang kering, sehingga absennya akan cukup lama.
Pemain berusia 20 tahun itu bergabung dengan Manchester City pada 2021 setelah direkrut dari akademi Southampton dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 1,5 juta Euro atau setara dengan Rp29.422.200.000.
Sejak awal kedatangannya, Alleyne dikenal sebagai bek tengah modern yang piawai mengolah bola dan nyaman bermain dari lini belakang. Ia menjadi bagian penting dari skuad pengembangan elite City yang berhasil menjuarai Premier League 2 musim lalu.
Konsistensi penampilannya dalam 28 laga membuatnya diganjar penghargaan pemain terbaik tim U-21 klub.
Latar belakang olahraga Alleyne juga terbilang kuat. Ia merupakan putra dari Mark Alleyne, mantan pemain kriket Inggris yang kini menjabat sebagai pelatih Gloucestershire.
Meski tumbuh di lingkungan kriket, Alleyne memilih menekuni sepak bola sejak usia dini karena kecintaannya terhadap olahraga tersebut, dengan dukungan penuh dari keluarganya.
Gaya Bermain Debutan Sarat Pengalaman

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memutuskan memanggil kembali Alleyne dari Watford setelah mempertimbangkan kontribusinya selama masa peminjaman.
Guardiola menilai pengalaman tersebut sangat berharga bagi perkembangan sang pemain, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Watford atas peran mereka dalam membentuk kematangan Alleyne. Sebelumnya, bek muda ini juga telah menandatangani kontrak jangka panjang yang akan mengikatnya di Etihad Stadium hingga musim panas 2030.
Dari segi gaya bermain, Alleyne dikenal sebagai bek tengah atletis yang memiliki kemampuan bertahan solid sekaligus kontribusi positif saat menguasai bola.
Ia nyaman melakukan umpan panjang, membawa bola keluar dari area pertahanan, serta memiliki kecepatan yang mumpuni untuk mengantisipasi serangan lawan.
Selama membela Watford di Championship, ia mencatatkan 16 penampilan dan menjadi salah satu pemain paling konsisten dalam hal tekel, sapuan, serta distribusi bola.
Perkembangannya sejak usia muda juga terbilang pesat. Alleyne direkrut Southampton saat berusia delapan tahun dan sudah tampil di level U-18 ketika masih berusia 15 tahun.
Ia menjadi bagian dari generasi akademi yang melahirkan sejumlah pemain potensial, termasuk Tyler Dibling yang kini bermain untuk Everton.
Di Watford, Alleyne berkembang menjadi figur penting dalam skuad asuhan Javi Gracia. Tim tersebut hanya menelan satu kekalahan dari 13 laga terakhir, dan kontribusi Alleyne dinilai signifikan dalam menjaga stabilitas lini belakang.
Keraguan awal terkait kemampuan fisiknya di Championship pun perlahan sirna seiring performa solid yang ia tampilkan.
Dengan rekam jejak Guardiola yang dikenal mampu mempercepat adaptasi pemain muda ke level tertinggi, Alleyne dinilai memiliki peluang besar untuk menjawab tantangan di Liga Primer.
Karakter tenang, kerendahan hati, serta kemauan kuat untuk belajar menjadi modal utama yang membuat banyak pihak optimistis profil Max Alleyne akan memiliki masa depan cerah bersama Manchester City.
