Reaksi Tegas Arbeloa Setelah Menang, Tapi Dicemooh: Mereka Tak Cinta Real Madrid

Reaksi Tegas Arbeloa Setelah Menang, Tapi Dicemooh: Mereka Tak Cinta Real Madrid
Reaksi Tegas Arbeloa Setelah Menang, Tapi Dicemooh Mereka Tak Cinta Real Madrid

SCORE.CO.ID – Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menunjukkan sikap tegas menyikapi reaksi keras sebagian suporter Santiago Bernabeu yang mencemooh timnya. Reaksi tegas Arbeloa mengindikasikan sikap tegas, padahal saat itu Los Blancos berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Levante dalam lanjutan La Liga. 

Reaksi Tegas Arbeloa Setelah Dicemooh di Bernabeu

Arbeloa menilai sikap mencemooh timnya tidak mencerminkan kecintaan sejati terhadap Real Madrid. Atmosfer di Bernabeu pada laga tersebut terasa tidak bersahabat sejak awal. 

Siulan sudah terdengar ketika para pemain melakukan pemanasan, berlanjut sepanjang pertandingan, bahkan belum mereda setelah peluit panjang dibunyikan. 

Arbeloa mengakui bahwa situasi ini menciptakan ketegangan tinggi dan turut mempengaruhi kondisi psikologis tim, termasuk saat jeda turun minum.

Pelatih berusia 42 tahun itu sebenarnya sudah memperkirakan suasana dingin tersebut. Reaksi tegas Arbeloa menjadi punca kekecewaan terhadap sikap tersebut.

Dua hasil buruk sebelumnya, yakni kekalahan di final Piala Super Spanyol dan tersingkirnya Madrid di babak 16 besar Copa del Rey, membuat hubungan tim dengan publik sendiri berada di titik rapuh. 

Sejumlah pemain bintang seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, hingga Federico Valverde menjadi sasaran cemoohan, baik saat nama mereka diumumkan maupun selama babak pertama yang berakhir tanpa gol.

Gol Kylian Mbappe dan Raul Asencio di paruh kedua akhirnya memastikan tiga poin bagi Madrid. Namun, Arbeloa mengungkapkan bahwa momen krusial justru terjadi di ruang ganti saat jeda pertandingan. 

Ia menyebut banyak hal dibicarakan demi mengubah jalannya laga. Menurutnya, kemenangan menjadi harga mati di tengah tekanan besar yang melingkupi tim.

Baca Juga  Vinicius Junior Jadi Kapten Karena 2 Faktor Ini

Arbeloa menekankan pentingnya memulai paruh kedua musim dengan cara yang positif. Ia mengakui pekan yang dilalui Madrid bukanlah periode yang mudah, tetapi kemenangan di kandang sendiri menjadi langkah awal untuk kembali ke jalur yang benar. 

Fokus tim kini langsung diarahkan ke laga Liga Champions melawan AS Monaco. Salah satu pemain yang paling merasakan tekanan adalah Vinicius Junior. 

Winger asal Brasil itu tampak terpukul akibat cemoohan dan sempat terlihat emosional di lorong stadion. Arbeloa pun memberikan pembelaan terbuka. 

Ia menegaskan bahwa tuntutan tinggi dari Bernabeu memang bagian dari identitas klub, namun tim harus mampu meresponsnya dengan introspeksi, bukan saling menyalahkan.

Arbeloa juga menegaskan keyakinannya terhadap kualitas Vinicius. Ia berjanji akan bekerja keras untuk membantu sang pemain tampil lebih maksimal dan meminta rekan setimnya memberi dukungan penuh di lapangan. 

Menurutnya, Vinicius memiliki kemampuan luar biasa dalam membongkar pertahanan lawan.

Suara Sumbang Minta Florentino Perez Mundur

Jude Bellingham, Pemain Los Blancos Dapat Cemooh
Jude Bellingham, Pemain Los Blancos Dapat Cemooh

Di sisi lain, sebagian kecil suporter juga melontarkan teriakan yang meminta Presiden Real Madrid, Florentino Perez, mundur. Arbeloa menanggapi isu ini dengan nada keras. Ia menyebut bahwa siulan tersebut datang dari pihak yang tidak benar-benar mencintai klub. 

Baginya, Perez adalah salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah Real Madrid dan telah memberikan banyak prestasi.

Dalam evaluasi taktik, Arbeloa menilai timnya perlu mempercepat aliran bola saat menghadapi lawan yang bermain bertahan. 

Ia menyadari bahwa banyak pertandingan akan berjalan sulit di babak pertama dan baru bisa ditentukan setelah jeda, seperti yang terjadi melawan Levante.

Meski berada di bawah tekanan besar, Arbeloa mengaku menikmati momen kembalinya ke Santiago Bernabeu sebagai pelatih kepala tim utama, terlebih laga tersebut bertepatan dengan hari ulang tahunnya. 

Baca Juga  Jelang Lawan Atletico Madrid, Real Madrid Diambang Kegalauan, Kenapa?

Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang istimewa dan tak terlupakan, sekaligus awal perjalanan barunya bersama Real Madrid.