Skuad Leicester Juara EPL 2016
Score.co.id – Sembilan tahun telah berlalu sejak dunia sepak bola dikejutkan oleh keajaiban Leicester City. Tim pendatang baru ini menorehkan sejarah dengan menjuarai English Premier League (EPL) 2015-2016, mengalahkan segala prediksi dengan odds 5000:1. Prestasi luar biasa ini menjadikan para pemainnya legenda hidup. Di penghujung 2025, ke mana perjalanan membawa para pahlawan tersebut? Ada yang masih bersinar, beralih peran, atau telah meninggalkan lapangan hijau. Berikut kisah mereka.
Dari Gawang ke Lini Belakang: Benteng Pertahanan Leicester
Kasper Schmeichel: Penjaga Gawang yang Tak Pudar
Kiper andalan Leicester, Kasper Schmeichel, tetap menunjukkan kelas dunia. Setelah bermain untuk OGC Nice dan Anderlecht, kiper Denmark ini bergabung dengan Celtic FC pada 2023. Hingga 2025, ia masih menjadi pilar utama di klub raksasa Skotlandia, dengan kontrak diperpanjang hingga 2026. Schmeichel juga aktif bersaing di Liga Champions, membuktikan kualitasnya yang abadi.

Wes Morgan: Kapten yang Beralih ke Penasihat
Sang kapten, Wes Morgan, pensiun dengan elegan pada 2021 setelah mengangkat Piala FA bersama Leicester. Kini, ia aktif sebagai anggota Premier League Black Participants’ Advisory Group, memberikan kontribusi berharga untuk kemajuan sepak bola.
Robert Huth: Dari Bek Tangguh ke Manajer Peminjaman
Robert Huth menggantung sepatu pada 2019. Ia kembali ke King Power Stadium sebagai manajer peminjaman pemain, mengelola masa depan talenta muda Leicester, menunjukkan loyalitasnya pada The Foxes.
Christian Fuchs dan Danny Simpson: Nasib Berbeda di Sayap
- Christian Fuchs melanjutkan petualangan di Amerika Serikat dengan Charlotte FC pada 2021. Setelah pensiun, ia menjadi asisten pelatih di klub tersebut.
- Danny Simpson, sebaliknya, mengalami penurunan karier. Kini, ia bermain di level non-liga bersama Macclesfield, jauh dari gemerlap EPL.
Lini Tengah: Kontras Nasib Setelah Kejayaan
N’Golo Kanté: Dari Leicester ke Superstar Dunia
N’Golo Kanté, mesin tak kenal lelah, menjadikan gelar EPL sebagai batu loncatan. Ia memenangkan EPL lagi bersama Chelsea, Piala Dunia 2018 bersama Prancis, dan Liga Champions 2021. Pada 2023, ia bergabung dengan Al-Ittihad di Arab Saudi. Menjelang akhir 2025, di usia 34, kabar beredar bahwa ia ingin kembali ke Eropa, dengan klub-klub Ligue 1 sebagai tujuan potensial menjelang Piala Dunia 2026.
Danny Drinkwater: Kejatuhan yang Dramatis
Berbanding terbalik, Danny Drinkwater mengalami penurunan tajam. Transfer besar ke Chelsea menjadi bumerang, dengan rotasi pemain dan performa yang merosot. Setelah serangkaian peminjaman gagal, ia memilih pensiun dini pada 2023, menjadi pelajaran tentang risiko keputusan karier.
Trio Penyerang: Jiwa Serangan Leicester
Riyad Mahrez: Pesihir yang Menjadi Kapten
Riyad Mahrez, pemenang Pemain Terbaik PFA, melanjutkan karier gemilang di Manchester City, mengoleksi banyak gelar domestik dan Liga Champions. Pada 2023, ia bergabung dengan Al-Ahli di Arab Saudi dan menjadi kapten tim pada 2025, menikmati kehidupan barunya.
Shinji Okazaki: Dedikasi Tanpa Batas
Shinji Okazaki, penyerang pekerja keras asal Jepang, masih aktif di usia 37 tahun. Setelah bermain di Spanyol, ia kini membela Sint-Truiden di Belgia, menunjukkan kecintaannya pada sepak bola.
Jamie Vardy: Legenda Abadi Leicester
Jamie Vardy, simbol kesetiaan Leicester, adalah satu-satunya pilar utama 2016 yang bertahan hingga pertengahan 2025. Di usia 38, kontraknya berakhir pada Agustus 2025. Kabar mengejutkan menyebutkan ia sedang bernegosiasi dengan Como dan Cremonese di Serie A, berpotensi menjadi petualangan pertamanya di luar Inggris.
Sang Arsitek: Claudio Ranieri
Claudio Ranieri, otak di balik keajaiban Leicester, dipecat tak lama setelah gelar juara. Ia melatih klub seperti Fulham, Watford, dan Sampdoria, sebelum kembali ke AS Roma pada 2024-2025 sebagai manajer sementara. Ia berhasil membawa Roma dari zona degradasi ke persaingan Liga Champions. Pada Juni 2025, Ranieri beralih menjadi penasihat utama dewan direksi Roma, bahkan menolak tawaran melatih tim nasional Italia.
Status Pahlawan Leicester City 2016 (Per Akhir 2025)
| Pemain | Posisi (2016) | Status & Klub/Peran Terkini (2025) |
|---|---|---|
| Kasper Schmeichel | Penjaga Gawang | Aktif, Kiper Utama Celtic FC (Skotlandia) |
| Danny Simpson | Bek Kanan | Aktif, Macclesfield (Liga Non-Profesional Inggris) |
| Wes Morgan | Bek Tengah | Pensiun (2021), Penasihat Premier League |
| Robert Huth | Bek Tengah | Pensiun (2019), Manajer Peminjaman Pemain Leicester |
| Christian Fuchs | Bek Kiri | Pensiun, Asisten Pelatih Charlotte FC (MLS) |
| N’Golo Kanté | Gelandang Tengah | Aktif, Al-Ittihad (Arab Saudi) |
| Danny Drinkwater | Gelandang Tengah | Pensiun (2023) |
| Marc Albrighton | Gelandang Kanan | Aktif, Leicester City |
| Riyad Mahrez | Gelandang Kiri | Aktif, Kapten Al-Ahli (Arab Saudi) |
| Shinji Okazaki | Penyerang | Aktif, Sint-Truiden (Belgia) |
| Jamie Vardy | Penyerang | Aktif, Negosiasi dengan Como/Cremonese (Italia) |
| Claudio Ranieri | Manajer | Penasihat Utama Dewan Direksi AS Roma (Italia) |
Refleksi: Dongeng Modern yang Abadi
Perjalanan sembilan tahun para pahlawan Leicester City mencerminkan dinamika sepak bola yang penuh kejutan. Ada yang melonjak menjadi superstar seperti Kanté, ada yang tetap setia seperti Vardy, dan ada pula yang terpuruk seperti Drinkwater. Kisah mereka mengajarkan bahwa keajaiban bisa menjadi awal kejayaan, puncak karier, atau awal penurunan. Dongeng Leicester 2016 adalah pengingat bahwa dalam sepak bola, tidak ada yang mustahil.
Ikuti Berita Sepak Bola Terkini!
Jangan lewatkan update berita sepak bola dan analisis mendalam lainnya hanya di Score.co.id!
