Status Piala Dunia 2026 Usai Trump Hentikan Visa 75 Negara

Status Piala Dunia 2026 Usai Trump Hentikan Visa 75 Negara
Status Piala Dunia 2026 Usai Trump Hentikan Visa 75 Negara

SCORE.CO.ID – Piala Dunia dijadwalkan erlangsung pad 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko kini menghadapi tantangan berat. Status Piala Dunia 2026 dipertanyakan lantaran isu imigrasi, keamanan regional, hingga memanasnya tensi politik global. Isu imrigasi menjadi pemicu utama kegaduhan menjelang perhelatan besars ini.

FIFA Klarifikasi Status Piala Dunia 2026

FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait status Piala Dunia 2026 menyusul kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menunda pemrosesan visa bagi 75 negara. 

Kebijakan tersebut sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan penggemar sepak bola dunia, mengingat Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah turnamen empat tahunan tersebut bersama Kanada dan Meksiko.

Sejak Januari 2025, pemerintahan Trump kembali menerapkan serangkaian pembatasan perjalanan pada periode jabatan keduanya. Kebijakan ini mencakup larangan penuh bagi sejumlah negara, pembatasan parsial, hingga penangguhan pemrosesan visa imigran. 

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait akses atlet, ofisial, serta suporter dari negara-negara terdampak untuk menghadiri Piala Dunia 2026. Namun, FIFA menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan mengganggu penyelenggaraan turnamen. 

Dalam klarifikasinya, FIFA menyebut adanya pengecualian khusus bagi kelompok tertentu, termasuk atlet, pelatih, ofisial, dan staf pendukung yang terlibat langsung dalam ajang olahraga besar. 

Itu artinya, negara-negara yang masuk daftar larangan tetap dapat mengirimkan tim nasionalnya untuk berlaga di Piala Dunia 2026.

Negara dengan Larangan Penuh dari Amerika Serikat

Kebijakan VIsa Donald Trump
Kebijakan VIsa Donald Trump

Beberapa negara seperti Iran dan Haiti, yang termasuk dalam kategori larangan penuh, masih diperbolehkan mengirim pemain dan ofisial ke Amerika Serikat. Sementara itu, negara lain seperti Senegal dan Pantai Gading masuk dalam daftar pembatasan parsial. 

Baca Juga  Rating Pemain Portugal vs Irlandia, Sang Kapten Lengkapi Bencana Seleccao

FIFA menilai pengecualian ini cukup untuk menjamin kelancaran kompetisi di level internasional. Pemerintah Amerika Serikat juga memastikan bahwa penangguhan tersebut hanya berlaku untuk visa imigran. 

Visa perjalanan jangka pendek tetap diproses, sehingga para penggemar sepak bola dari negara-negara terdampak masih memiliki peluang untuk datang langsung ke stadion dan menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026.

Di tengah isu visa, FIFA turut menyampaikan perkembangan terbaru terkait penjualan tiket. Pada fase Random Selection Draw yang berlangsung antara 11 Desember hingga 13 Januari, permintaan tiket datang dari seluruh 211 anggota FIFA. 

Antusiasme luar biasa ini menghasilkan rata-rata sekitar 15 juta permintaan tiket per hari selama lebih dari satu bulan, sebuah angka yang disebut FIFA sebagai rekor baru dalam sejarah sepak bola dunia.

Meski demikian, FIFA mengingatkan bahwa kepemilikan tiket tidak otomatis menjamin izin masuk ke negara tuan rumah. Setiap penggemar tetap wajib memenuhi persyaratan imigrasi yang berlaku di Amerika Serikat, Kanada, maupun Meksiko. 

FIFA menyarankan calon penonton untuk secara aktif memantau informasi resmi dari pemerintah masing-masing negara tujuan.

Sebagai langkah tambahan, FIFA juga menyiapkan FIFA Priority Appointment Scheduling System atau FIFA PASS. Sistem ini dirancang untuk membantu pemegang tiket Piala Dunia 2026 dalam proses pengajuan dan penjadwalan visa ke Amerika Serikat. 

FIFA menyebut layanan tersebut akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang guna memberikan kemudahan bagi para penggemar internasional.

Dengan adanya klarifikasi ini, FIFA menegaskan komitmennya untuk memastikan Piala Dunia 2026 tetap berlangsung sesuai rencana. 

Di tengah tantangan kebijakan global dan isu perjalanan lintas negara, FIFA optimistis turnamen tersebut akan menjadi perayaan sepak bola dunia yang inklusif dan bersejarah. 

Baca Juga  Sistem Kualifikasi Piala Dunia Zona Afrika Terbaru 2026

Hal ini tak terlepas dari partisipasi penuh dari tim nasional serta dukungan jutaan penggemar dari berbagai penjuru dunia.